Ini bisa dibilang pukulan terberat buat hidup gue diusia yang baru menginjak 21 tahun. Pada suatu pagi, gue terbangun dengan kondisi suhu badan yang tinggi (demam}, kepala gue pusing, dan seluruh persendian dibadan terasa sakit. Yes, right! Im cry…apalagi pas gue tau ada benjolan segede telor di pangkal paha atas yang sakitnya minta ampun. Keadaan ini berangsur selama tiga hari sedangkan, kondisi suhu badan gue demamnya terus naek. Gue kira, gue kena gejala tifuse lagi atau malah DBD. Gue udah minum obat parasetamol dan antibiotic serta obat lain dari dokter untuk menghilangkan demam. Ternyata itu obat ngak ngefek sama sekali. Tiap habis magrib suhu badan gue terus tinggi sampe bikin ngak bisa tidur. Akhirnya gue cek lab yang selanjutnya gue di diagnosa terkena asam urat, penyakit yang harusnya diderita oleh para oma-oma dan opa-opa.
Horeee….!!! Hati gue remuk – redaam. Apalagi setelah gue brosing google tentang bahanya penyakit ini jangka panjang kedepan (2-3thn}. Tubuh gue harus siap menanti penyakit lain yang lebih parah; rematik, gagal ginjal bahkan sampai jantung koroner. Seketika itu juga, gue jadi merasa harus membeli sendiri oksigen yang selama ini gue hirup. Jujur. gue belum siap untuk sakit parah tergeletak di RS dan jadi pengkomsumsi tetap obat-obat yang rasanya pahit. Ketakutan yang gue alami ini ngak sama sekali lebay karena gue ngak mau amit-amit tujuh turunan deh! Kalau keluarga gue harus kembali merasakan aroma khas bau rumah sakit sampai bertahun-tahun. Cukup terakhir, adik tercinta gue. yang jadi korban keganasan kanker darah dan akhirnya tidak selamat.
INTROSPEKSI adalah satu-satunya cara bagi diri gue untuk berhenti menyalahkan nasib. Setelah gue inget-inget memang 2tahun kemaren ini badan gue bengkak ngak ketulungan. Semua makanan masuk keperut tanpa ada pantangan. Apalagi pas musim duren pasca lebaran kemaren, gue makan duren sampai muntah lagi saking kekenyangan dan bayarannya kontan. 2 minggu setelah itu, gue langsung sakit. Memang, ternyata duren merupakan salah satu buah yang mengandung purin paling tinggi. Purin adalah zat protein hayati yang terdapat dalam daging, ayam, jeroan, babat, cumi, kerang, kepiting, sayur berdaun hijau, ext; daun singkong, bayam, buncis, tumbuhan kacang-kacangan, alpukat, duren, nangka, makanan bermagarin, makanan kaleng, makanan berkedelai, fastfood dan makanan bersantan. Yang gue ngak bisa pungkiri kalau kesemua makanan yang mengandung purin itu justru yang gue komsumsi setiap hari. Bukannya ngak boleh mengkomsumsi makanan itu, Hanya jangan terlampau sering. Perhatikan juga asupannya yang masuk kedalam tubuh.
Untuk itu, gue shared tentang penyakit gue ini supaya teman-teman berhati-hati dalam memasukan makanan-makanan kedalam mulut. Jangan terlalu berlebihan, nanti bukan kenyang, malah sakit yang berjangka panjang
UNEK-ENEK.COM
Ruang berbagi dikala happy dan sad. Disini bisa numpahin UNEK-UNEK apa aja, sekalipun itu yang paling ENEK'
Kamis, 10 September 2026
Kamis, 07 Oktober 2010
Puisi : Dialah Teman Dekatmu
Dia yang selalu kau harapkan untuk mengisi ruang hatimu
Kehadirannya juga sudah lama kau tunggu
Kau merasa itu tapi, kau tetap acuh
Dia yang selalu kau nanti, hingga emosi tak terkendali
Membayangkan dirinya hadir disisi
Kau menunggu jawaban itu tapi, nyatanya kau tak peduli
Dia yang sering hadir dalam khayalanmu
Sosok yang bisa diajak berbagi dan mengerti keseharianmu
Kau juga ingin dia bisa mendengar keluhmu bukan hanya bahagiamu
Sebenarnya kau menginginkannya, tapi kenapa tak menyadari.
Dia yang kehadirannya mungkin bersamamu
Bisa nyata hadir mengisi hari-harimu
Sebenarnya kau kenal tapi, berusaha menghindar dari perasaan
Sampai kapan terus melihat yang jauh dari pandangan?
Coba rasakan yang ada disekitarmu.
Sesungguhnya dia ada didekatmu, tapi kau tak pernah menyadari itu.
Dia selalu menunggumu tapi, kenapa kau masih ragu?
Dia mungkin bukan manusia sempurna, tapi dia selalu ada untukmu
Berhentilah mencari karena kau telah menemukannya.
Dialah…teman dekatmu.
Kehadirannya juga sudah lama kau tunggu
Kau merasa itu tapi, kau tetap acuh
Dia yang selalu kau nanti, hingga emosi tak terkendali
Membayangkan dirinya hadir disisi
Kau menunggu jawaban itu tapi, nyatanya kau tak peduli
Dia yang sering hadir dalam khayalanmu
Sosok yang bisa diajak berbagi dan mengerti keseharianmu
Kau juga ingin dia bisa mendengar keluhmu bukan hanya bahagiamu
Sebenarnya kau menginginkannya, tapi kenapa tak menyadari.
Dia yang kehadirannya mungkin bersamamu
Bisa nyata hadir mengisi hari-harimu
Sebenarnya kau kenal tapi, berusaha menghindar dari perasaan
Sampai kapan terus melihat yang jauh dari pandangan?
Coba rasakan yang ada disekitarmu.
Sesungguhnya dia ada didekatmu, tapi kau tak pernah menyadari itu.
Dia selalu menunggumu tapi, kenapa kau masih ragu?
Dia mungkin bukan manusia sempurna, tapi dia selalu ada untukmu
Berhentilah mencari karena kau telah menemukannya.
Dialah…teman dekatmu.
Puisi Untuk Alam
Kami hadir dengan tangis ketakutan yang diiringi suara adzan
Menghirup nafas yang berasal dari daun hijau
Semerbak bunga dan harum tanah menghantar kedewasaan
Matahari membuat tulang dan gigi sampai sekuat karang
Hingga kami tumbuh menjadi mahluk yang pintar tapi, liar
Makan daun berlomba dengan ulat di taman
Makan bangkai bersaing dengan singa dan elang
Keserakahan kami juga ingin menguasai lautan
Sehingga ikan-ikan bingung mencari tempat untuk berenang
Bahkan kami sudah berhasil menjamah hutan
Sampai burung-burung kehilangan pijakan kaki di setangkai batang
Saat pagi kicau burung jarang lagi terdengar, malam hari jangkrik lupa nyanyian
senandung untuk bulan.
Berganti dengan suara musik hingar-bingar dari layar datar
Ini bukan salah alam
Tidak ada yang disalahkan sampai daun hijau pelit berbagi kesejukan
Air lebih kuat daripada tanah yang hilang keseimbangan.
Kita punya cagar, bergetar mengemparkan
Kaki berlari tunggang-langgang
Menjemput senja hampir malam, suara adzan hanyut getir kecemasan
Masih adakah esok surya menjelang?
Menghirup nafas yang berasal dari daun hijau
Semerbak bunga dan harum tanah menghantar kedewasaan
Matahari membuat tulang dan gigi sampai sekuat karang
Hingga kami tumbuh menjadi mahluk yang pintar tapi, liar
Makan daun berlomba dengan ulat di taman
Makan bangkai bersaing dengan singa dan elang
Keserakahan kami juga ingin menguasai lautan
Sehingga ikan-ikan bingung mencari tempat untuk berenang
Bahkan kami sudah berhasil menjamah hutan
Sampai burung-burung kehilangan pijakan kaki di setangkai batang
Saat pagi kicau burung jarang lagi terdengar, malam hari jangkrik lupa nyanyian
senandung untuk bulan.
Berganti dengan suara musik hingar-bingar dari layar datar
Ini bukan salah alam
Tidak ada yang disalahkan sampai daun hijau pelit berbagi kesejukan
Air lebih kuat daripada tanah yang hilang keseimbangan.
Kita punya cagar, bergetar mengemparkan
Kaki berlari tunggang-langgang
Menjemput senja hampir malam, suara adzan hanyut getir kecemasan
Masih adakah esok surya menjelang?
Langganan:
Postingan (Atom)