Kamis, 10 September 2026

Asam Urat di Usia Muda

Ini bisa dibilang pukulan terberat buat hidup gue diusia yang baru menginjak 21 tahun. Pada suatu pagi, gue terbangun dengan kondisi suhu badan yang tinggi (demam}, kepala gue pusing, dan seluruh persendian dibadan terasa sakit. Yes, right! Im cry…apalagi pas gue tau ada benjolan segede telor di pangkal paha atas yang sakitnya minta ampun. Keadaan ini berangsur selama tiga hari sedangkan, kondisi suhu badan gue demamnya terus naek. Gue kira, gue kena gejala tifuse lagi atau malah DBD. Gue udah minum obat parasetamol dan antibiotic serta obat lain dari dokter untuk menghilangkan demam. Ternyata itu obat ngak ngefek sama sekali. Tiap habis magrib suhu badan gue terus tinggi sampe bikin ngak bisa tidur. Akhirnya gue cek lab yang selanjutnya gue di diagnosa terkena asam urat, penyakit yang harusnya diderita oleh para oma-oma dan opa-opa.

Horeee….!!! Hati gue remuk – redaam. Apalagi setelah gue brosing google tentang bahanya penyakit ini jangka panjang kedepan (2-3thn}. Tubuh gue harus siap menanti penyakit lain yang lebih parah; rematik, gagal ginjal bahkan sampai jantung koroner. Seketika itu juga, gue jadi merasa harus membeli sendiri oksigen yang selama ini gue hirup. Jujur. gue belum siap untuk sakit parah tergeletak di RS dan jadi pengkomsumsi tetap obat-obat yang rasanya pahit. Ketakutan yang gue alami ini ngak sama sekali lebay karena gue ngak mau amit-amit tujuh turunan deh! Kalau keluarga gue harus kembali merasakan aroma khas bau rumah sakit sampai bertahun-tahun. Cukup terakhir, adik tercinta gue. yang jadi korban keganasan kanker darah dan akhirnya tidak selamat.

INTROSPEKSI adalah satu-satunya cara bagi diri gue untuk berhenti menyalahkan nasib. Setelah gue inget-inget memang 2tahun kemaren ini badan gue bengkak ngak ketulungan. Semua makanan masuk keperut tanpa ada pantangan. Apalagi pas musim duren pasca lebaran kemaren, gue makan duren sampai muntah lagi saking kekenyangan dan bayarannya kontan. 2 minggu setelah itu, gue langsung sakit. Memang, ternyata duren merupakan salah satu buah yang mengandung purin paling tinggi. Purin adalah zat protein hayati yang terdapat dalam daging, ayam, jeroan, babat, cumi, kerang, kepiting, sayur berdaun hijau, ext; daun singkong, bayam, buncis, tumbuhan kacang-kacangan, alpukat, duren, nangka, makanan bermagarin, makanan kaleng, makanan berkedelai, fastfood dan makanan bersantan. Yang gue ngak bisa pungkiri kalau kesemua makanan yang mengandung purin itu justru yang gue komsumsi setiap hari. Bukannya ngak boleh mengkomsumsi makanan itu, Hanya jangan terlampau sering. Perhatikan juga asupannya yang masuk kedalam tubuh.

Untuk itu, gue shared tentang penyakit gue ini supaya teman-teman berhati-hati dalam memasukan makanan-makanan kedalam mulut. Jangan terlalu berlebihan, nanti bukan kenyang, malah sakit yang berjangka panjang

Kamis, 07 Oktober 2010

Puisi : Dialah Teman Dekatmu

Dia yang selalu kau harapkan untuk mengisi ruang hatimu
Kehadirannya juga sudah lama kau tunggu
Kau merasa itu tapi, kau tetap acuh

Dia yang selalu kau nanti, hingga emosi tak terkendali
Membayangkan dirinya hadir disisi
Kau menunggu jawaban itu tapi, nyatanya kau tak peduli

Dia yang sering hadir dalam khayalanmu
Sosok yang bisa diajak berbagi dan mengerti keseharianmu
Kau juga ingin dia bisa mendengar keluhmu bukan hanya bahagiamu
Sebenarnya kau menginginkannya, tapi kenapa tak menyadari.

Dia yang kehadirannya mungkin bersamamu
Bisa nyata hadir mengisi hari-harimu
Sebenarnya kau kenal tapi, berusaha menghindar dari perasaan

Sampai kapan terus melihat yang jauh dari pandangan?
Coba rasakan yang ada disekitarmu.
Sesungguhnya dia ada didekatmu, tapi kau tak pernah menyadari itu.
Dia selalu menunggumu tapi, kenapa kau masih ragu?
Dia mungkin bukan manusia sempurna, tapi dia selalu ada untukmu
Berhentilah mencari karena kau telah menemukannya.
Dialah…teman dekatmu.

Puisi Untuk Alam

Kami hadir dengan tangis ketakutan yang diiringi suara adzan

Menghirup nafas yang berasal dari daun hijau

Semerbak bunga dan harum tanah menghantar kedewasaan

Matahari membuat tulang dan gigi sampai sekuat karang

Hingga kami tumbuh menjadi mahluk yang pintar tapi, liar

Makan daun berlomba dengan ulat di taman

Makan bangkai bersaing dengan singa dan elang

Keserakahan kami juga ingin menguasai lautan

Sehingga ikan-ikan bingung mencari tempat untuk berenang

Bahkan kami sudah berhasil menjamah hutan

Sampai burung-burung kehilangan pijakan kaki di setangkai batang

Saat pagi kicau burung jarang lagi terdengar, malam hari jangkrik lupa nyanyian

senandung untuk bulan.

Berganti dengan suara musik hingar-bingar dari layar datar

Ini bukan salah alam

Tidak ada yang disalahkan sampai daun hijau pelit berbagi kesejukan

Air lebih kuat daripada tanah yang hilang keseimbangan.

Kita punya cagar, bergetar mengemparkan

Kaki berlari tunggang-langgang

Menjemput senja hampir malam, suara adzan hanyut getir kecemasan

Masih adakah esok surya menjelang?